oleh

KPU Jeneponto Gelar Simulasi Perhitungan dan Pemungutan Suara

-Daerah, Politik-23 dilihat

JENEPONTO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jeneponto menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilu serentak 2019, berlangsung di lapangan Passamaturukang Jeneponto, Senin, 08/4/2019

Simulasi ini di ikuti oleh masyarakat setempat sebagai pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya.
“Hari ini kita melakukan simulasi, mudah-mudahan simulasi ini bisa merepresentasikan kejadian pemungutan suara sesungguhnya di TPS,” kata Ketua KPU Jeneponto Baharuddin hafid.

Simulasi dimulai pukul 10.00 Wita. Namun, diibaratkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka pukul 07.00 WITA, sesuai dengan aturan yang berlaku.
TPS dilengkapi dengan lima kotak suara dan empat bilik pencoblosan.

Di depan TPS, tertempel Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 300 nama.

Ada pula 7 orang  yang bertindak sebagai Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Ada pula dari LO partau yang berperan sebagai saksi.

Rapat dibuka dengan pengambilan sumpah petugas KPPS yang disaksikan saksi dan pemilih yang sudah hadir.
Selanjutnya, petugas KPPS membuka satu per satu kotak suara yang sebelumnya masih terbungkus tersegel.

Petugas mengeluarkan sejumlah surat suara dari setiap kotak suara untuk dihitung.
Satu kotak suara mewakili satu tingkatan pemilihan, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Jumlah surat suara mengacu pada jumlah DPT ditambah dua persen surat suara cadangan.

Petugas KPPS kemudian menjelaskan teknis pemungutan suara, jenis surat suara, hingga hal-hal yang dilarang dilakukan saat pemungutan suara.
“Nanti pemilih menggunakan alat coblos yang sudah disediakan, tidak boleh merobek bagian surat suara, nanti jadi tidak sah. Pemilih harus memeriksa surat suara, dipastikan sudah ditanda tangan ketua KPPS dan tidak rusak,” kata petugas KPPS.
“Tidak boleh menggunakan HP kamera ke bilik”.

Petugas KPPS memanggil satu per satu nama pemilih. Mereka dipanggil berdasar urutan kedatangan.

Sebelum memasuki bilik suara, harus lebih dulu menunjukan formulir C6 atau undangan memilih, ke petugas KPPS.
Pemilih kemudian diberi lima surat suara, dan dipersilahkan memasuki salah satu bilik suara.
Selesai mencoblos, pemilih memasukan lima surat suara ke lima kotak yang berbeda, sesuai dengan tingkatan pemilihan. Proses ini dibantu oleh petugas KPPS.

Selesai proses tersebut, pemilih menuju ke petugas KPPS lain dan mencelupkan salah satu jarinya ke tinta berwarna ungu.

Proses pemungutan surat suara berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Setelahnya, akan dilanjutkan dengan penghitungan suara.

Kabar Berita