oleh

Sepanjang 2018, Ada 406 Kasus TB, Ditemukan oleh Comunity TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto

Comunity TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto mencatat jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) sepanjang 2018 sebanyak 406 kasus

Angka tersebut dilaporkan oleh Koordinator Comunity TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto, Sapriadi Saleh, Senin, 31 Desember 2018. “dari januari hingga desember 2018 kami menemukan dan mendapingi penderita TB  disemua tipe sebanyak 406 kasus. ini merupakan kerja keras kader TB Care Aisyiyah jeneponto yang telah turun lansung melakukan penjaringan kepada masyarakat dengan metode investigasi kontak”.

Metode kontak investigasi atau penjaringan lansung pada masyarakat dianggap efektif dalam menemukan kasus TB. Kader TB Care Aisyiyah turun lansung ke rumah masyarakat, dimulai dengan mengungjungi rumah yang pernah mengalami TB dan sudah dinyatakan sembuh maupu yang sementara berobat. Asumsinya bahwa, penyakit TB adalah penyakit menular yang penularannya begitu cepat, sehingga perlu di lakukan skrening di wilayah yang pernah mengalami TB atau sementara berobat. Selain menjaring terduga TB, kader TB Aisyiyah juga melakukan pendampingan pada penderita sampai tuntas pengabotan dan dinyatakan telah sembuh. selain itu kader juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ditemuinya tentang bagaimana pencegahan dan pengobatan TB.

Sepanjang tahun 2018, “kami telah berupaya memperkuat program dengan berbagai kegiatan. Diantaranya mendorong adanya kebijakan peraturan daerah (Perda TB), Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak Filantropi untuk peningkatan gizi penderita seperti Bank Sulsel,  Bank BNI, BRI, Misi Pasaraya, Mandala Finance, Baznas, Lazismu. dan melakukan Kerjasama dalam bentuk MoU dengan organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan organisasi profesi. Ujar Koordinator TB Care Aisyiyah Jeneponto

Untuk mendorong penanggulangan TB di jeneponto perlu upaya bersama dengan semua pihak.  Comunity TB-HIV Care Aisyiyah jeneponto merekomendasikan kepada pemerintah daerah adanya rencana aksi daerah (RAD) penanggulangan TB.  RAD disusun sejalan dengan RPJMD dan Renstra teringtegrasi.  Tujuan adanya RAD Penanggulangan TB untuk memberikan acuan bagi semua pihak dalam membuat perencanaan dan penganggaran terkait penanggulagan TB. Sehingga dengan adanya RAD TB, Penanggulangan TB tidak hanya dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan namun semua SKPD  dapat ikut terlibat didalamnya. selain itu pemerintah daerah perlu meningkatkan penganggaran penanggulangan TB.

Perlu untuk diketahui bahwa saat ini melalui DPRD Jeneponto telah mengesahkan Perda TB, dan ini perlu diperkuat dengan adanya Peraturan bupati (Perbup) dalam penanggulangan TB teringtegrasi, sehingga 2030 jeneponto bebas TB.

Kabar Berita